Sejarah Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) didirikan dan ditetapkan secara hukum sebagai perguruan tinggi pada tanggal 14 Juli 2016 berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 205/KPT/I/2016. Pada awal berdirinya, UM Bandung memiliki dua fakultas, yaitu Fakultas Sains dan Teknologi (FST) dan Fakultas Sosial Humaniora (FSH). Seiring dengan perkembangan kelembagaan, pada 1 September 2020 dua Sekolah Tinggi Muhammadiyah Bandung, yaitu Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah (STIEM), bergabung dengan UM Bandung dan selanjutnya membentuk Fakultas Agama Islam (FAI) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Dengan perkembangan tersebut, UM Bandung saat ini memiliki empat fakultas dengan 18 program studi. Pada masa awal, struktur organisasi UM Bandung masih sederhana, dengan program studi berkoordinasi langsung dengan pimpinan universitas, yaitu Rektor dan Wakil Rektor. Sejalan dengan kebutuhan penguatan tata kelola akademik dan pengembangan program studi, pada tahun 2017 Fakultas Sains dan Teknologi (FST) secara resmi dibentuk berdasarkan SK Nomor 108/REK/KEP/II.3.AU/C/2017. Pada saat pembentukannya, FST menaungi tujuh program studi, yaitu Agribisnis, Bioteknologi, Farmasi, Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknik Informatika, dan Teknologi Pangan.
Sejak pembentukannya, FST UM Bandung berkembang sebagai salah satu fakultas yang berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, baik dalam bidang sains maupun keteknikan (rekayasa). Peran tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat yang diarahkan untuk menghasilkan lulusan dan luaran akademik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha dan dunia industri, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam menjalankan perannya, FST dituntut untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah sekaligus memperkuat relevansi dan daya saingnya pada tingkat lokal, nasional, maupun global. Penguatan kualitas akademik, pengembangan sumber daya manusia, peningkatan budaya penelitian dan publikasi, pengembangan kemitraan, serta integrasi nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) menjadi bagian penting dalam proses pengembangan FST sebagai fakultas sains dan teknologi yang adaptif terhadap perubahan dan berorientasi pada mutu.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat, disertai dengan meningkatnya tuntutan global terhadap kualitas sumber daya manusia, menempatkan perguruan tinggi pada posisi strategis dalam menghasilkan pengetahuan, teknologi, inovasi, dan sumber daya manusia yang unggul. Keunggulan suatu institusi pendidikan tinggi tidak lagi hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya, tetapi juga oleh kemampuan dalam mengembangkan dan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, membangun jejaring dan kolaborasi, menghasilkan inovasi yang berdampak, serta membentuk sumber daya manusia yang berintegritas dan berkarakter. Dalam konteks tersebut, FST UM Bandung diarahkan untuk terus memperkuat kapasitas kelembagaan dan kinerja Catur Dharma melalui peningkatan mutu pendidikan dan pembelajaran, penguatan riset dan publikasi, hilirisasi hasil penelitian, pengembangan kemitraan, peningkatan kompetensi dan rekognisi dosen serta lulusan, internasionalisasi, dan penguatan AIK sebagai karakter sekaligus keunggulan institusional. Arah pengembangan tersebut menjadi landasan bagi FST UM Bandung dalam menetapkan visi, misi, sasaran strategis, dan strategi pengembangan fakultas secara berkelanjutan agar mampu berkontribusi dalam penyelesaian berbagai persoalan pembangunan serta membangun keunggulan dan rekognisi di tingkat nasional maupun internasional.